Tsaqofah

Spesialis setan dalam menyesatkan manusia

Target iblis satu, yaitu menyesatkan manusia dari jalan yang lurus, hingga bersamanya menjadi penghuni neraka jahim. Untuk tujuan ini apapun dilakukan, Iblis berkata:

Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. (QS Al Hijr: 39).

Ya menghiasi dosa hingga nampak indah dan mempesona, menghiasi maksiat hingga seakan penuh nikmat, menghiasi kemungkaran hingga nampak seperti kebenaran.

Bahkan iblis punya setan spesialis, yang memiliki tugas khusus, dengan target khusus, dan tentu dengan dibekali keahlian khusus pula. Bisa dibayangkan, bagaimana canggihnya seorang dokter spesialis kandungan, yang memang belajar khusus tentangnya, setiap hari yang dihadapi adalah pasien kandungan, bertahun-tahun menggelutinya, tentu dia akan ekspert dan pakar di bidangnya. Tentu seperti itu pula setan-setan spesialis ini.

Khanzab (Setan Spesialis Sholat)

Shalat adalah ibadah paling menentukan posisi seorang hamba di akhirat kelak. Jika shalatnya baik, maka baiklah nilai amal yang lain, begitu pula sebaliknya. Wajar jika iblis menugaskan tentara khususnya untuk menggarap proyek ini. Ada setan spesialis yang mengganggu orang shalat, menempuh segala cara agar shalat seorang hamba kosong dari nilai atau minimal rendah kualitasnya. Setan itu bernama ‘Khanzab’.

Utsman pernah bertanya kepada Rasulullah:

Wahai Rasulullah, setan telah mengganggu shalat dan bacaanku.” Beliau bersabda: “Itulah setan yang disebut dengan ‘Khanzab’, jika engkau merasakan kehadirannya maka bacalah ta’awudz kepada Allah dan meludah kecillah ke arah kiri tiga kali. (HR Ahmad)

Andai bisa, khanzab akan halangi manusia hingga enggan mengerjakan sholat, bila tidak bisa dihalangi setidaknya dibuat orang suka menunda-nundanya. Bagi yang disiplin sholat, maka khanzab akan rusak kualitas sholatnya, dibuat tidak thlumaninah, dibuat ingat ini  dan itu hingga kehilangan khusyuknya, atau bahkan lupa berapa rakaat sholat sudah ditunaikan. Wal hasil sholatnya tidak bernilai.

Al Masuth (Setan Spesialis Gosip)

Qatadah menyebutkan, Iblis memiliki anak bernama al-Masuth yang bertugas khusus untuk membuat gosip, menyebarkan kabar burung yang tak jelas asalnya dan belum tentu kebenarannya, sekaligus menyebarkan kedustaan. Al-Masuth memperalat orang-orang yang hobi menyebar gosip menjadi perpanjangan lidahnya.

Jangan sepelekan lisan, karena bisa menjadi ia menjadi sebab bagi seseorang untuk masuk ke jurang neraka yang amat dalam. Nabi SAW bersabda:

Sesungguhnya, ada seseorang yang berkata sepatah kata saja di mana dia menganggap tak ada dampaknya namun itu (menjadi sebab) dia terlempar ke dalam neraka sejauh tujuh puluh musim. (HR. at-Tirmidzi)

Dan faktanya, kebanyakan orang masuk neraka juga karena lisannya, seperti sabda Nabi SAW:

Adakah yang menenggelamkan hidung (wajah) manusia ke dalam neraka selain dari hasil perbuatan lisan mereka? (HR. Ahmad).

Maka iblis kerahkan pasukan khusus untuk urusan ini, yaitu Al Masuth.

Al A’war (Setan Spesialis zina)

Rasulullah sholallohu alaihi wassalam bersabda:

Jika datang pagi hari, Iblis menyebar para tentaranya ke muka bumi lalu berkata, “Siapa di antara kalian yang menyesatkan seorang muslim akan aku kenakan mahkota di kepalanya.” Salah satu tentaranya menghadap dan berkata, “Aku terus menggoda si fulan hingga mau menceraikan istrinya.” Iblis berkata: “Ah, bisa jadi dia akan menikah lagi.” Tentara yang lain menghadap dan berkata: “Aku terus menggoda si fulan hingga ia mau berzina.” Iblis berkata: “Ya, kamu (yang mendapat mahkota)!” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1280).

Ya, dosa zina salah satu target utama Iblis, untuk menyebarluaskan dosa ini iblis menyiapkan pasukan khusus yang dikomandani oleh anaknya sendiri bernama Al-A’war. Mujahid bin Jabr, murid utama Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Iblis memiliki 5 anak, satu di antaranya bernama Al-A’war. Dia memiliki tugas khusus menyeru orang untuk berbuat zina dan menghiasinya agar nampak baik dalam pandangan manusia. (Talbisul Iblis, Ibnu Al-Jauzy hal. 41)

Al-A’war juga merekrut para setan dari golongan manusia sebagai tim sukses untuk mengkampanyekan perbuatan zina. Segala cara ditempuh, segala sarana dan media digunakan. Al A’war memasang berbagai umpan, diantaranya ‘Nisa’un kaasiyat ‘ariyat’, wanita yang berpakaian telanjang, pornografi, porno aksi, dan gambar-gambar cabul merajalela.

Setan tahu betul, bahwa pandangan mata ibarat percikan api yang bisa menyulut kobaran api syahwat di dalam dada. Dan tampaknya Al A’war sedemikian sukses, berapa banyak remaja yang terjatuh dalam dosa ini? Berapa banyak rumah tangga hancur karena perselingkuhan? Dan berapa banyak bayi-bayi lahir tanpa bapak resmi yang mengakuinya. Sungguh zina merajalela.

Dasim (Setan Profokator)

Marah merupakan bara api yang dikobarkan oleh setan dalam hati manusia untuk merusak agama dan diri mereka, karena dengan kemarahan seseorang bisa menjadi gelap mata sehingga dia bisa melakukan tindakan atau mengucapkan perkataan yang berakibat buruk bagi diri dan agamanya. (syaroh riyadush sholihin). Marah adalah pokok berbagai kejahatan, dan menahan diri darinya adalah pokok segala kebaikan.

Layak bila Iblis memiliki pasukan khusus yang kerjanya memancing emosi, dia adalah Dasim Sang spesialis pemancing marah. Diantara jurus yang dimainkan, adalah: menyusupkan pemahaman bahwa ‘marah’ adalah perkara terpuji demi menjaga ‘wibawa’, sebaliknya membisikan bahwa ‘sifat pemaaf’ adalah ‘kelemahan jiwa’. Walhasil, saat emosi terpancing, setan mainkan orang tersebut sebagaimana bola yang dimainkan anak kecil. Ujungnya, setan menggiring berbuat ini-berbuat itu, bicara ini-bicara itu, hingga tanpa sadar telah merusak agama dan dunianya sendiri.

Perisai Diri

Akhirnya, seorang hamba harus senantiasa menjaga diri dari berbagai tipu daya setan, dengan berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As sunnah, keduanya adalah benteng yang kokoh, jalan yang lurus. Dan, berlindung kepada Alloh adalah cara yang paling praktis menjaga diri dari setan, setan adalah makhlukNya, tidak mampu berbuat apa-apa tanpa ijinNya. Maka jika Alloh melindungi seorang hamba, maka tidak ada makhluk yang mampu menganggunya. Wallohua’lam.

Ustadz Junianto, S.E

Pimpinan Balai Dakwah Banjarnegara dan Redaksi Majalah Al Qomar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close