Ukhuwah

Keutamaan dan Kedudukan Ukhuwah

Suasana Syawal tidak hanya mengeratkan hubungan silaturahim antar kerabat, bahkan dalam cakupan yang lebih luas juga mengeratkan kembali hubungan antar saudara sesama muslim. Ya, Ukhuwah (persaudaraan) yang dibangun dari ikatan agama. Tali pengikat yang begitu kokoh hingga terkadang mengalahkan ikatan nasab.

Tampaknya menyadarkan kembali apa hakikat ukhuwah dan mengingatkan kembali betapa pentingnya nilai ukhuwah islamiyah, bisa menjadi awal yang baik untuk memperbaiki rapuhnya persaudaraan.

Untuk itu mari susuri kembali nilai dan keutamaan ukhuwah, hingga kedekatan dan keakraban yang terjalin selama di awal syawal bisa lestari di sepanjang hidup kita.

Diantara Bentuk Ukhuwah

Salah satu bentuk menjalin ukhuwah adalah dengan mengunjungi saudara sesama muslim. Dan beliaupun bersabda: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bersabda:

“Barangsiapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat berseru, ‘Berbahagialah kamu, berbahagialah dengan perjalananmu, dan kamu telah mendapatkan salah satu tempat di surga.” (HR. Imam Al-Tirmidzi).

Diantara bentuk ukhuwah yang lain adalah menyampaikan berbagai kebaikan kepada saudara, tidak rela saat saudara mengalami sedih atau susah, karena Beliau bersabda:

“Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka seluruh bagian tubuh lainnya turut merasakannya.” (HR. Imam Muslim).

Ini menunjukkan, bahwa orang mukmin terganggu dengan apa saja yang mengganggu saudaranya yang mukmin dan sedih oleh apa saja yang membuat saudaranya sedih. Gembira oleh sesuatu yang membuat gembira saudaranya yang mukmin dan menginginkan kebaikan untuk saudaranya yang mukmin seperti yang ia inginkan untuk dirinya sendiri.

Ini semua terjadi karena seorang mukmin hatinya harus bersih dari dengki, penipuan, dan hasad. Hasad membuat pelakunya tidak mau diungguli siapa pun dalam kebaikan atau diimbangi di dalamnya.

Nilai Ukhuwah

Ukhuwah Islamiah merupakan satu dari tiga unsur kekuatan yang menjadi karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah, yaitu pertama, kekuatan iman dan aqidah. Kedua, kekuatan ukhuwah dan ikatan bathin. Dan ketiga, kekuatan kepemimpinan dan senjata.

Dengan tiga kekuatan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. membangun masyarakat ideal, memperluas Islam, mengangkat tinggi bendera tauhid, dan menegakkan eksistensi umat islam. Subhanalloh

Sayang hari ini kita berada di suatu zaman dimana ikatan dien (ukhuwah islamiyah) sedemikian rapuh. Umat islam tercerai berai, bergolong-golong, dan masing-masing merasa bangga dengan golongannya. Sementara antar pribadi muslim itu sendiripun tidak jarang saling dengki, saling curiga, berselisih dan sedikit ta’awun-nya di dalam kebaikan.

Kedudukan Ukhuwah dalam Islam

Ukhuwah Islamiah adalah nikmat Allah. Sebagaimana firmanNya:

“…Lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara…” (QS. Ali Imran : 103).

Ukhuwah adalah karunia, anugrah, pemberian Allah. Sebagaimana firmanNya:

“…Walaupun kamu membelanjakan semua (kakayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka… (QS. Al-Anfal : 63)”

“…Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu.” (QS: Ali Imran: 103).

Ukhuwah juga membangun umat yang kokoh. Ia adalah bangunan maknawi yang mampu menyatukan masyarakat manapun. Ia lebih kuat dari bangunan materi, yang suatu saat bisa saja hancur diterpa badai atau ditelan masa. Sedangkan bangunan ukhuwah Islamiah akat tetap kokoh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda,

“Mukmin satu sama lainnya bagaikan bangunan yang sebagiannya mengokohkan bagian lainnya.” (HR. Imam Bukhari).

Dan ukhuwah Islamiah ini diikat oleh iman dan taqwa. Iman juga diikat dengan ukhuwah. Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. (QS. Al-Hujurat : 10).”

Artinya, mukmin itu pasti bersaudara. Dan tidak ada persaudaraan kecuali dengan keimanan.

Adapun persaudaraan bukan karena iman, maka itu adalah persaudaraan dusta. Tidak memiliki akar dan tidak memiliki buah. Sebaliknya jika iman tanpa persaudaraan, maka itu adalah iman yang tidak sempurna, belum mencapai derajat yang diinginkan. Tanpa dua perkara ini, persaudaraan hanyalah penyesalan kelak di yaumil akhir. Allah berfirman:

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Zukhruf : 67).

Keutamaan Ukhuwah Islamiah

Dari ukhuwah Islamiah lahir banyak keutamaan, pahala, berpengaruh positif pada masyarakat dalam menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan. Orang-orang yang terikat dengan ukhuwah Islamiah memiliki banyak keutamaan, diantaranya:

  1. Merasakan manisnya iman.

Sedangkan selain mereka, tidak merasakannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bersabda:

“Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya iman: orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai seseorang karena Allah, dan ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Imam Bukhari).

  1. Berhak Mendapat Naungan di Mahsyar

Di akhirat kelak Allah Ta’ala berfirman:

“Di mana orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, maka hari ini aku akan menaungi mereka dengan naungan yang tidak ada naungan kecuali naunganku.” (HR. Imam Muslim).

  1. Mendapatkan Kecintaan Alloh Ta’ala

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Juga bersabda:

“Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di tengah perjalanan, Allah mengutus malaikat-Nya. Ketika berjumpa, malaikat bertanya, “Mau kemana?” Orang tersebut menjawab, “Saya mau mengunjungi saudara di desa ini.” Malaikat bertanya, “Apakah kau ingin mendapatkan sesuatu keuntungan darinya?” Ia menjawab, “Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena aku mencintainya karena Allah.” Malaikat pun berkata, “Sungguh utusan Allah yang diutus padamu memberi kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu, sebagaimana kau mencintai saudaramu karena-Nya.” (HR. Imam Muslim).

  1. Kemuliaan Saat Di Yaumil Akhir

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bersabda:

“Sesungguhnya di sekitar arasy Allah ada mimbar-mimbar dari cahaya. Di atasnya ada kaum yang berpakaian cahaya. Wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukanlah para nabi dan bukan juga para syuhada. Dan para nabi dan syuhada cemburu pada mereka karena kedudukan mereka di sisi Allah.” Para sahabat bertanya, “Beritahukanlah sifat mereka wahai Rasulallah. Maka Rasul bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bersaudara karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah.” (Hadis yang ditakhrij Al-Hafiz Al-Iraqi, ia mengatakan, para perawinya tsiqat).

  1. Derajat Iman Tertinggi

Rasul pernah ditanya tentang derajat iman yang paling tinggi, beliau bersabda,

“…Hendaklah kamu mencinta dan membenci karena Allah…” Kemudian Rasul ditanya lagi, “Selain itu apa wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Hendaklah kamu mencintai orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, dan hendaklah kamu membenci bagi orang lain sebagaimana kamu membenci bagi dirimu sendiri.” (HR. Imam Al-Munziri).

  1. Diampunkan Dosa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bersabda:

“Jika dua orang Muslim bertemu dan kemudian mereka saling berjabat tangan, maka dosa-dosa mereka hilang dari kedua tangan mereka, bagai berjatuhan dari pohon.” (Hadis yang ditkhrij oleh Al-Imam Al-Iraqi, sanadnya dha’if)

Inilah kemuliaan ukhuwah, akankah bagusnya ukhuwah  hanya ada di bulan Syawwal saja?

Mari bertekad agar ukhuwah menjadi akhlaq (sifat yang melekat) di dalam diri, hingga menjadi pilar yang mengokohkan kekuatan umat dan sarana menggapai kemuliaan dunia dan akhirat. In syaa alloh.. (Dikutip dari eramuslim dengan beberapa perubahan)

Ustadz Junianto, S.E

Pimpinan Balai Dakwah Banjarnegara dan Redaksi Majalah Al Qomar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close