Akhlaq

Kemuliaan Bagi Orang – orang yang Mampu Bersabar

Imam Ahmad bin Hambal  berkata:

“Alloh menyebutkan kata Ash Shabr di dalam Al Qur’an di sembilan puluh tempat”.

Diantaranya menunjukan sabar sebagai sarana meggapai kemuliaan, keutamaan, dan berbagai  janji Alloh bagi orang yang sabar, mari kita renungi diantara point-point tersebut:

Pertama, Alloh menjadikan sabar dan taqwa sebagi benteng yang kokoh dari tipu daya dan makar musuh. Tiada benteng yang lebih besar yang dapat melindungi seorang hamba daripadanya. Alloh berfirman:

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan” (Qs. Ali imran 120)

Kedua, Alloh mengkaitkan An Nashr (pertolongan) dan kemenangan dengan kesabaran dan ketaqwaan pula, sebagimana firmannya:

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” (QS Ali Imran: 125)

Ketiga, Alloh Ta’ala jadikan kepemimpinan di dalam dien didapat dengan kesabaran dan keyakinan. Tentang ini Alloh Ta’ala berfirman:

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (Qs As Sajdah: 24).

Bukankah para nabi dan orang-orang sholih sesudahnya mencapai kedudukan pemimpin di dalam dien adalah karena kesabaran mereka dalam mengemban risalah, kesabaran mereka untuk menjauhi segala maksiyat, kesabaran mereka terhadap gangguan dan hambatan dari manusia lain.

Keempat, Sesungguhnya Alloh mengumpulkan tiga perkara untuk orang-orang yang sabar, yang tidak Dia kumpulkan untuk yang lainnya yaitu keberkahan, kasih sayang, dan hidayahNya untuk mereka. Sebagaimana firmanNYa:

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al Baqoroh 155-157)

Kelima, Kemenangan orang-orang yang sabar dengan mai’yatulloh (Kebersamaan Alloh). Sebagaimana firmanNya:

Dan bersabarlah, sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar” (QS Al Anfal: 46).

Kebersamaan Alloh secara umum adalah pengawasanNya dan ini berlaku secara umum terhadap semua manusia. Adapun kebersamaan Alloh untuk orang yang sabar adalah perlindunganNya, pertolonganNya, penjagaanNya dari musuh-musuhnya, dan bimbingannNya diatas shirotol mustaqim,

Keenam, Alloh mengaitkan kecintaanNya dengan kesabaran dan menjadikan kecintaanNya bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana firmanNya:

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar” (QS Ali Imran: 146).

Ketujuh, Allah menjanjikan bagi orang-orang yang bersabar dengan pahala yang tak terhitung, yaitu pahala yang tidak terbatas dan tidak terukur. Hal tersebut tidak dapat terjadi kecuali karena keutamaan dan kedudukan sabar di sisi Allah.

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar:  10).

Di dalam shahihain diceritakan ada seorang wanita berkulit hitam mengadu kepada Rasululloh perihal dirinya yang terjangkit penyakit ayan (epilepsi). Beliau berkata kepadanya:

“Jika engkau mau, maka bersabarlah dan bagimu jannah. Dan jika engkau mau, aku akan berdo’a kepada Alloh untuk kesembuhanmu!” wanita tersebut menjawab: “Aku akan bersabar, hanya berdoa’ah agar auratku tidak tersingkap”.

Ibnu Abbas pernah mengabarkan kepada Atha bin Abi Rabbah bahwa wanita tersebut adalah calon penghuni surga. Bukankah ini menunjukan betapa besarnya balasan sabar.

Kedelapan, Alloh memberikan runtutan balasan berupa maghfiroh dan pahala yang besar atas sebuah amal sholih dan kesabaran. Sebagaimana firmanNya:

Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar” (QS Hud: 11).

Beliau bersabda:

Demi Dzat yang jiwaku di tanganNya tiada seorang muslimpun diatas bumi ini yang teretimpa suatu musibah, baik berupa sakit atau yang lainnya, melainkan Alloh menggugurkan dosa-dosanya dengannya sebagaimana pohon menggugurkan daunnya” (HR Bukhari & Muslim)

Kesembilan, Alloh menjadikan vonis kerugian yang menyeluruh bagi setiap yang tidak beriman dan tidak menjadi pembela kebenaran dan kesabaran sebagaimana disebutkan di dalam surat al Ashr:

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS Al Asr: 1-3)

Kesepuluh, Alloh mengkhususkan ashabul maimanah (golongan kanan), bahwa mereka adalah pemilik kesabaran dan kasih sayang. Alloh berfirman:

Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.” (QS Al Balad: 17-18)

Kesebelas, Alloh memberitahukan bahwa para malaikat kelak akan mengucapkan salam kepada mereka di jannah disebabkan kesabaran mereka. Sebagaimana firmanNya:

(yaitu) surga ´Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan): “Salamun ´alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Qs Ar Ra’du: 23-24)

Maka di dalam hadits Qudsi Alloh berfirman:

“Tiada suatu balasan bagi hambaKu yang mukmin, jika Aku mencabut nyawa orang yang dicintainya di antara penghuni bumi, kemudian ia mengharap keridhaanKu, melainkan Aku balas dengan surga” (HR Bukhari).

Inilah diantara balasan dan kemuliaan sabar, semoga menguatkan kita untuk senantiasa bersabar. Wallohu musta’an.

 

Ustadz Junianto, S.E

Pimpinan Balai Dakwah Banjarnegara dan Redaksi Majalah Al Qomar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close