Tsaqofah

Kekuatan dan Kelemahan Syetan

Mengetahui ‘sisi lebih’ syetan tentu bukan untuk memunculkan rasa takut, tetapi justru agar kita kian waspada dengan musuh bebuyutan manusia ini. Dan faktanya Alloh memberi syetan (jin secara umum) kemampuan yang tidak diberikan kepada manusia, tentu dengan berbagai hikmah didalamnya.

Bergerak Cepat
Jin/Syetan mampu bergerak cepat, contohnya Ifrit (salah satu jin) pernah menjanjikan kepada Nabi Sulaiman dapat menghadirkan singgasana Kerajaan Saba ke Baitul Maqdis hanya dalam tempo sekejap. Yaitu sekedar jarak waktu yang dibutuhkan orang duduk untuk bangkit dari duduknya. Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an Surat An Naml, 39:

Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”

Bukankah kemampuan luar biasa, karena jarak antara Negeri Saba di Yaman dengan Baitul Maqdis di Palestina tidak kurang dari 2000 km, dan Ifrit mampu menempuh hanya dalam sekejapan (yaitu selama gerakan berdirinya orang yang duduk).

Menjelajah Angkasa
Jin/Syetan juga sudah lebih dahulu menjelajah angkasa dibanding manusia, bahkan menduduki tempat-tempat tinggi di langit. Sebagaimana di dalam Al Qur’an Surat Jin disebutkan:

Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) (QS. Jin: 9)

Ya, mereka mencuri berita-berita di langit (ketetapan Alloh yang akan terjadi di muka bumi) untuk disampaikan kepada wali-walinya dari kalangan dukun dan tukang ramal. Satu kebenaran dicampur dengan seratus kedustaan.
Pengetahuan Bangunan
Alloh Ta’ala menerangkan bahwa Dia telah menundukan Jin untuk Nabi Sulaiman. Mereka melakukan banyak pekerjaan yang membutuhkan berbagai kemampuan, kecerdasan dan kemahiran. Alloh Ta’ala berfirman:

…Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku)… (QS Saba: 12-13).

Ini menunjukan bahwa Jin lebih dahulu mengetahui tentang konstruksi bangunan dan berbagai teknologi lain. Bahkan Dr. Umar Sulaiman Al Asyqor mengatakan “Mungkin sejak dahulu bangsa jin telah sampai pada penemuan seperti radio, televisi dan alat komunikasi jarak jauh lainnya”. Wallohua’lam

Mampu Menjelma
Jin memiliki kemampuan menjelma dalam bentuk manusia atau hewan. Pada waktu perang Badar, setan datang kepada orang-orang musyrik dalam bentuk Suroqoh bin Malik yang menjanjikan kemenangan kepada mereka. Tentang ini Alloh Ta’ala berfirman:

Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.”…(QS Al Anfal: 48)

Akan tetapi, ketika kedua tentara telah berhadapan, setan melihat malaikat turun dari langit, setanpun berpaling dan kabur. Sebagaimana kelanjutan ayat diatas:

Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah.” Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

Setan juga pernah menjelma menjadi orang tua, miskin yang mencuri harta zakat. Saat itu, ditemui oleh Abu Huroiroh hingga orang tua tersebut mengajarkan dzikir perlindungan dari setan yaitu dengan membaca Ayat Kursi. Hingga akhirnya Nabi Sholallohu alaihi wa salam menjelaskan kepada Abu Huroiroh:

“Tahukah kamu orang yang kamu ajak bicara selama tiga hari itu?” “Tidak”, jawabku. Maka Beliau berkata: “Ia adalah Syetan”. (kisah ini diriwayatkan oleh Al Bukhari).

Setan juga dapat menjelma dalam wujud hewan. Sebagaimana dalam shohih muslim disebutkan tentang pemuda yang berkelahi melawan ular yang ada dalam rumahnya. Yang ternyata ular tersebut adalah jelmaan syetan. Beliau juga bersabda: “Anjing hitam adalah syetan” (HR Muslim). Dan beberapa riwayat tentang ular rumah yang dimngkinkan mereka adalah jelamaan Jin.

Beredar Dalam Darah
Termasuk diantara kelebihan setan adalah dia mampu merasuk ke dalam tubuh manusia melalui aliran darah. Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam ash shahihain, bahwa Beliau bersabda:

Sesungguhnya setan beredar dalam diri manusia seperti aliran darah. Sehingga ia mampu menguasai dan mempengaruhi perilaku manusia.

Sisi Lemah Syetan
Meski syetan memiliki sedemikian banyak kemampuan luar biasa, tetapi setan memiliki sisi lemah juga. Diantaranya dia tidak mampu menguasai hamba Alloh yang sholih, sebagaimana firmanNya:

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga (QS Al Isra: 65)

Setanpun mengakui kelemahannya bila berhadapan dengan Hamba Alloh yang sholih, yang mukhlis sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur’an Surat Al Hijr: 39-40):

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.”

Hambanya yang sholih, yang mukhlis adalah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah Ta’ala, senantiasa berdzikir kepadaNya, tawakal kepadaNya, berlindung dan memohon pertolongan kepadaNya. Maka Alloh akan menjaganya dan melindunginya dari tipu daya dan gangguan syetan.
Maka karena kesholihan Umar, sampai syetan justru takut kepada Umar bin Khotob sebagaiman sabda Beliau sholallohu alaihi wasalam:

Sesungguhnya setan benar-benar takut kepadamu, hai Umar (HR Tirmidzi).

Dalam riwayat lain Beliau juga bersabda:

Sesungguhnya aku benar-benar melihat setan-setan dari golongan jin dan manusia lari dari ‘Umar (HR Tirmidzi).

Mungkinkah kita bisa seperti Umar!? Ditakuti syetan!?… Wallohu musta’an 

Ustadz Junianto, S.E

Pimpinan Balai Dakwah Banjarnegara dan Redaksi Majalah Al Qomar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close