Tsaqofah

Hikmah dari Penciptaan Syetan

Setan adalah biang segala kejahatan dan dosa. Oleh karena itu setan adalah pemimpin yang menuntun manusia pada kebinasaan dunia dan akhirat. Setan senantiasa mengajak manusia pada kekafiran dan kedurhakaan kepada Alloh Ta’ala.

Munculah pertanyaan, mengapa Alloh Ta’ala menciptakan Iblis/Syetan? Kenapa tidak cukup malaikat saja sehingga manusia semuanya tunduk ta’at kepadaNya? Ibnu Qoyyim menjelaskan diantara hikmah penciptaan Iblis dan bala tentaranya, yang kami rangkum sebagai berikut:

Pertama, Mendorong ‘Ubudiyah

Kesempurnaan ‘ubudiyah di dapat dengan cara berjuang melawan musuh Alloh (iblis dan komplotannya). Menentangnya, memusuhinya dan memusuhi penolong-penolongnya karena Alloh. Untuk perjuangan ini seorang hamba butuh pertolonganNya, butuh penjagaanNya, agar terhindar dari godaan, keburuk dan tipu daya syetan.

Seorang hamba akan mendapat pertolongan dan penjagaan Alloh bila ia bertaqwa, bertawakal kepadaNya, sabar memperjuangkan dienNya, mengutamakan kecintaanNya, ridho dengan taqdirNya. Dan ini merupakan ‘ubudiyah (penghambaan) yang paling dicintai Alloh Ta’ala. Dari sini penciptaan Syetan justru mendorong ‘ubudiyah dan kesempurnaannya

Kedua, Pelajaran Bagi Orang Yang Berakal

Iblis yang awalnya mulia, dibersamakan dengan kalangan malaikat di jannah, hingga akhirnya jatuh ke lembah hina, dihukumi sesat, dilaknat hingga hari kiamat, adalah karena ia membangkang perintahNya, merasa sombong untuk ta’at kepadaNya. Demikian pula Adam (leluhur manusia) menerjang laranganNya, yang kemudian menyesali perbuatannya, memohon ampun dan bertaubat kepadaNya, maka Alloh menghukumnya dan mengampuninya.

Jadi leluhur Jin dan manusia itu telah diuji dengan dosa, dan Alloh menjadikannya sebagai pelajaran. Yang bersikukuh dengan perbuatan dosanya, tidak menyesali perbuatanya maka ia sebagimana Iblis. Adapun yang berdosa kemudian bertobat dan kembali kepadaNya maka ia sebagimana Adam. Dan manusia mestinya bisa memetik pelajaran apa kesudahan yang didapat oleh Iblis dengan sikapnya, dan apa kesudahan yang didapat oleh Adam dengan sikapnya pula.

Ketiga, Ujian Bagi Hamba-Hamba Alloh

Hikmah lain dari penciptaan setan adalah, bahwa ia merupakan ujian yang diberikan Alloh kepada makhlukNya. Dengan ujian itu dapat diketahui mana orang yang jahat, yang sepakat dengan bujuk rayu syetan dan mana orang yang baik, yang menahan diri dan melawan tipu dayanya. Mana yang menjadi musuhnya dan mana yang justru menjadi pembela-pembela serta menjadi budak-dukanya setan.

Iblis merupakan batu ujian yang akan membedakan siapa yang baik dan siapa yang buruk, sebagaimana para nabi dan rosul juga batu ujian dalam pembedaan tersebut. Alloh Ta’ala berfirman:

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin).(QS Ali Imran: 179).

Kebaikan satu pihak akan nampak dengan menciptakan lawannya, kalau tidak ada yang jelek maka tidak akan diketahui yang baik. Kebaikan orang-orang yang beriman, para penolong-penolongNya akan nampak justru dengan keberadaan sosok antagonis yaitu iblis/syetan.

Keempat, Memperlihatkan Kesempurnaan Kekuasaannya

Hikmah penciptaan syetan yang lain adalah untuk memperlihatkan kesempurnaan kekuasaan Alloh Ta’ala. Dia menciptakan makhluk yang berlawanan, cahaya dengan gelap, surga dan neraka, petunjuk dan kesesatan. Termasuk Dia menciptakan Jibril (malaikat) sebagi makhluk yang taat, tetapi Alloh Ta’ala juga menciptakan Iblis (syetan), makhluk yang senantiasa membangkang dan ingkar. Ini semua semakin menunjukan kesempurnaan kebesaran Alloh dan kekuasaanNya.

Kesempurnaan kekuasaan nampak pada kemampuan memuliakan dan menghinakan, meninggikan dan merendahkan, memberi ganjaran atau menimpakan hukuman, membalas pahala atau menyiksa. maka keberadaan syetan adalah keniscayaan sehingga manusia kian menyadari besarnya kekuasaan Alloh Ta’ala untuk merendahkan siapa saja yang durhaka dan membangkang.

Kelima, Menunjukan Kemurahan Alloh Ta’ala

Hikmah lainnya adalah bahwa Alloh Ta’ala ingin menunjukan kepada hamba-hambaNya kemurahan, kesabaran, toleransi, keluasan rahmat, dan kedermawananNya di dalam penciptaan Syetan. Bagaimana tidak, makhluk yang senantiasa mempersekutukann-Nya, yang melawan keputusanNya, yang bersikeras menentangNya, yang berusaha membuatNya murka, bahkan yang berusaha menandingiNya tetapi justru Alloh tetap memberinya berbagai macam kebaikan.

Alloh kabulkan do’anya saat minta ditangguhkan ajalanya sampai hari kiamat, Alloh biarkan setan tinggal di buminya, Alloh tetap memberinya rizki, memberinya kesehatan dan berbagai nikmat lain yang sedemikian banyaknya. Sekalipun iblis/setan tetap ingkar dan durhaka. Ini menunjukan betapa murah rahmatNya,  betapa luas karuniaNya.

Keenam, Menjadi Sebab Manusia Dicintai Alloh

Setan adalah musuh, yang menghasung kepada kekufuran, yang mengajak pada kedurhakaan, yang menjerumuskan pada kebinasaan. Untuk tujuan ini, ia kerahkan bala tentaranya baik dari kalangan jin maupun bala tentara dari kalangan manusia. Ia halangi manusia dari jalan ketaatan, ia hiasi berbagai dosa dan kemungkaran. Ia musuhi orang-orang yang beriman,  hamba-hambanya yang sholeh, hingga ia musuhi pula para nabi, rasul dan para pengikutnya yang setia.

Permusuhan ini memunculkan orang-orang yang siap berjuang melawannya, mencurahkan tenaga dan pikirannya, menafkahkan hartanya, bahkan ia siap menumpahkan darahnya. Perlawanan yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan keistiqomahan. Perlawanan yang membutuhkan pertolongan dan perlindunganNya. Sementara pertolongan dan perlindunganNya hanya di dapat dengan ketaataan dan ketaqwaan. Maka perlawanan ini justru mendorong orang yang beriman untuk lebih mendekat kepada Alloh dengan menjalankan segala perintahNya, dengan menjauhi laranganNya, dengan bangun malam, menyungkur sujud menengadahkan tangan, berharap, dan takut kepadaNya.

Dari situ, berapa banyak orang-orang yang justru mendapat kecintaan Alloh disebabkan oleh keberadaan makhluk yang durhaka ini. Berapa banyak pula orang yang mampu menggapai ridhoNya karena keberadaanya.

Alloh Terpuji Dalam Segala TindakanNya

Inilah diantara hikmah penciptaan setan, dan lebih banyak lagi hikmah yang terkandung didalamnya yang hanya Alloh saja yang mengetahuinya. Dan yang jelas Alloh terpuji dalam memberi keadilan dan perlindungan, dalam meninggikan dan merendahkan, dalam menimpakan balasan dan kehinaan. Alloh maha terpuji dalam karunia dan pemberianNya, dalam ketinggian dan kemuliaanNya. Alloh terpuji dalam segala tindakanNya. Wallohua’lam 

Ustadz Junianto, S.E

Pimpinan Balai Dakwah Banjarnegara dan Redaksi Majalah Al Qomar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close