AkhlaqIbrah

Bersabar Saat Musibah Menghantam

Problematika dan permasalahan hidup seakan datang silih berganti. kadang bertubi tubi musibah datang menghampiri. Rejeki sempit, badan sakit, kehilangan harta, sampai kehilangan nyawa orang tercinta.

Saat musibah datang, seakan tidak ada yang merasakan sebagaimana yang tengah kita rasakan. Seakan kitalah yang paling menderita, yang paling susah, yang paling berat ujiannya. Maka  dikisahkan dalam shahihain: Beliau pernah berjalan melalui sorang wanita yang tengah menangisi kematian anaknya, kemudian Beliau berkata kepadanya: “Bertakwalah kepada Alloh dan bersabarlah!” Wanita itupun menjawab: “Engkau tidak merasakan pendertiaan yang aku alami

Inilah sikap kebanyakan orang saat dinasihati untuk bersabar, tidak terima dengan nasihat tersebut karena menganggap si penasihat tidak faham dan tidak merasakan apa yang dirasakannya. Dia tidak menyadari bahwa musibah adalah qodarulloh yang berlaku untuk semua manusia, sebagaimana firmanNya:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqoroh: 155)

Bila ujian & musibah adalah satu keniscayaan maka orang yang cerdas adalah orang yang berfikir bagaimana membalik musibah justru menjadi sumber datangnya berbagai kebaikan (keberkahan). Sehingga musibah dunianya tidak menjadi musibah agama dan akhiratnya.

Mungkinkah? Ya, Alloh Dzat Yang Maha Rahman telah menyediakan sarana agar musibah bisa menjadi berkah (kebaikan yang banyak) yaitu dengan sabar.

Musibah Mengangkat Derajat

Dijadikan pemimpin tanpa meminta merupakan tanda kemuliaan, menunjukan martabat  lebih diantara manusia yang lain. Apalagi bila kepemimpinaanya adalah dalam rangka mengantar manusia menuju keridhoan-Nya. Martabat inilah yang Alloh Ta’ala karuniakan kepada sebagian hambaNya dengan mengangkatnya sebagai Nabi dan Rasul.  Dan juga mengkaruniakan kepada sebagian hamba yang lain sebagi penerus risalah para Rasul, yang memimpin manusia menuju ridho-Nya.

Kepemimpinan semacam ini tidak didapat dengan mengkampanyekan dirinya, apalagi sogok sana sogok sini. Kepemimpinan semacam ini hanya didapat dengan komitmennya terhadap kitabulloh dan sunnah, dengan kesabaran atas ujian dan musibah yang menghadangnya. Sebagaimana firmanNya:

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.” (QS As Sajdah: 24)

Maka saat musibah datang bersabarlah, karena Alloh hendak mengangkat derajatnya dengan musibah tersebut.

Dengan Musibah Pahala Melimpah

Seorang pendamba kehidupan akhirat tentu akan senantiasa berupaya melakukan amal- amal yang dijanjikan dengan pahala besar, sehingga semakin dapat mendekatkan dirinya kepada Rabbnya. Secara umum setiap amal dijanjikan dengan pahala berlipat sebagaimana dalam riwayat-riwayat yang masyhur: satu kebaikan dilipatkan pahalanya sepuluh kali lipat, sholat jamaah mendapat dua puluh tujuh derajat dibanding sholat sendirian, membaca satu huruf dari kitabulloh mendapat sepuluh kebaikan dan lain sebagainya.

Dan dengan sabar bahkan seseorang bisa mendapatkan pahala jauh lebih banyak bahkan tanpa hitungan (bighoiri hisab) sebagaimana firmanNya:

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS Az Zumar: 10)

Dan Beliau Sholallohu Alaihi Wassalam-pun bersabda:

Besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa ridla (menerima cobaan tersebut) maka baginya keridlaan, dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan.” (Sunan Ibnu Majah: 4021, dihasankan Syaikh Al Albani)

Maka saat musibah datang bersabarlah, karena Alloh hendak memberi pahala berlimpah melebihi pahala amal kebaikan yang telah kita lakukan.

Musibah Penghapus Dosa

Seorang mukmin merasa bahwa dosa berada diatas kepalanya seakan gunung yang akan menjatuhinya, berbeda dengan orang munafik yang merasa aman dari adzab Alloh dan puas dengan amal yang telah dilakukannya. Dari sini, seorang mukmin tentu sangat berharap seandainya ada suatu sarana yang dengannya terhapuslah dosa-dosanya.

Dan ternyata Alloh Ta’ala jadikan sabar saat tertimpa musibah sebagai salah satu penghapus dosa, sebagaimana sabda Beliau Sholallohu Alaihi Wassalam:

Tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang muslim bahkan duri yang melukainya sekalipun melainkan Allah akan menghapus (kesalahannya).” (Shahih Bukhari)

Beliau juga Sholallohu Alaihi Wassalam:

Tiadalah suatu musibah yang menimpa seorang muslim, baik berupa: keletihan, sakit, gundah gulana, kesedihan, siksaan, kegelisahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Alloh akan mengampuni dengannya dosa-dosanya” (HR Bukhari & Muslim)

Beliau juga Sholallohu Alaihi Wassalam:

Demi Dzat Yang Jiwaku DitanganNya, tiada seorang muslimpun di atas bumi ini yang tertimpa suatu muslibah, berupa sakit atau yang lainnya, melainkan Alloh akan menggugurkan dosa-dosanya dengannya sebagaimana pepohonan menggugurkan daunnya” (HR. Bukhari & Muslim)

Maka saat musibah datang bersabarlah, karena Alloh hendak menghapus kesalahan-kesalahan kita, hingga kelak kita menemuiNya dalam keadaan bersih dari dosa.

Musibah Sarana Mendapat ‘Yang Lebih Baik’

Musibah identik dengan kehilangan baik kehilangan harta, nyawa, kedudukan, kesehatan atau kehilangan nikmat-nikmat lain. Jarang orang berfikir bahwa musibah yang dia terima adalah sarana untuk mendapatkan nikmat baru yang jauh lebih baik dari nikmat yang selama ini di miliki.

Padahal Beliau Sholallohu Alaihi Wassalam bersabda:

“Tiadalah seorang muslim tertimpa musibah, kemudian ia mengucapkan: innalillahi wa inna ilaihi raji’un allohumma’ jurni fie musibati sa akhlifli khaira minha” (sesungguhnya kami kepunyaan Alloh dan kepadaNyalah kami akan dikembalikan, ya Alloh berilah pahala dariku dalam musibah ini, dan gantilah buatku yang lebih baik dari itu), niscaya Alloh akan mengganti baginya yang lebih baik darinya” (HR Muslim)

Subhanalloh, bukankah musibah bisa berbalik menjadi berkah, jiwa akan diganti dengan jiwa yang lebih baik, kehilangan harta akan diganti dengan harta yang lebih baik, dan sebagainya. Cukuplah apa yang diceritakan Ummu Salamah Rodiallohu ‘anha sebagai buktinya. Beliau berkata bahwa tatkala Abu Salamah meninggal, dia berucap “Adakah orang yang lebih baik dari Abu Salamah? Ia adalah keluarga pertama yang berhijrah. Umu Salamah-pun berdoa sebagaimana do’a diatas. Dan ternyata Alloh mengganti Abu Salamah dengan Rasululloh untuk dirinya. Beliau Sholallohu Alaihi Wassalam melamar dan menikahi Ummu Salamah.

Inilah diantara keberkahan yang didapat tatkala seseorang sabar atas musibah  yang menimpanya. Bersabarlah!

Ustadz Junianto, S.E

Pimpinan Balai Dakwah Banjarnegara dan Redaksi Majalah Al Qomar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close