Ukhuwah

An Nammam Sang Perusak Ukhuwah

Bahaya Adu Domba

Betapa indahnya bila rumah tangga tenteram tanpa ada perselisihan. Betapa bahagianya bila keluarga terjalin silaturahim & kasih sayang. Betapa mulianya bila umat bersatu tanpa ada perpecahan dan perselisihan. Sebagian berkasih sayang terhadap yang lain, terjalin ukhuwah, saling menolong & menguatkan.

Sayang, kadang an namam merusak itu semua. Hingga silaturahim menjadi putus, ukhuwah menjadi retak, dan kebersamaanpun tidak lagi bermakna. Yang tersisa hanyalah kecurigaan,  ganjelan, sakit hati dan juga dendam.

An Nammam

Secara etimologi, namimah bermakna suara pelan atau gerakan perlahan. Adapun menurut menurut Imam An Nawawi, An namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk merusak hubungan di antara mereka. Menurut bahasa kita, an namam adalah tukang hasut, atau tukang adu domba.

Abul Khattab mengatakan:

“Termasuk sihir adalah melakukan namimah dan merusak hubungan di antara manusia”.

Namimah termasuk sihir karena memiliki kesamaan dalam hal:  mampu memecah belah manusia,  mampu merubah hati dua orang yang semula saling mencintai menjadi benci (sebagaimana sihir ), dan juga dalam kemampuan menimbulkan kejahatan.

Betapa buruknya an namimah, hingga Imam Adz Dzahabi memasukannya kedalam salah satu dari 70 dosa besar dalam kitab Al Kabair.

Motif An Namam

Banyak hal yang melatar belakangi sesorang hingga ia suka menghasut, diantaranya adalah karena kedengkian yang ada dalam dirinya (tidak suka orang lain mendapatkan nikmat, benci saat orang lain lebih mulia dari dirinya).

Terkadang orang menghasut dengan maksud Ingin mencari simpatik kepada orang yang diajak bicara. Ia mengungkap keburukan orang yang yang menjadi objek hasutan, hingga yang diajak bicara berpihak kepadanya, dan benci (suudzon) terhadap orang yang menjadi objek hasutan.

Yang jelas terkadang ada orang yang suka menjilat atasan atau rekan, dengan menjatuhkan pihak lain.

Ancaman Syar’i Bagi An-Namam

  1. Namimah Termasuk Akhlaq Buruk

An namam tidak layak diikuti dan mesti dijauhi, mengingat dampak buruknya. Hingga Alloh Ta’alapun berfirman:

Dan janganlah kamu ikuti Setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah” (QS. Al Qolam: 10-11)

  1. Terancam siksa Kubur

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar dari salah satu kebun yang ada di Madinah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang di siksa di kuburnya, setelah itu beliau bersabda:

Tidaklah keduanya di siksa karena dosa besar namun hal itu adalah perkara yang besar, salah satu darinya adalah tidak bersuci dari kencingnya sedangkan yang lain selalu mengadu domba.” (HR. al-Bukhari)

  1. Terancam Tidak Masuk Surga

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. al-Bukhari)

  1. Manusia Terburuk Di Hari Kiamat

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda:

Engkau akan mendapati diantara manusia yang paling buruk pada hari kiamat kelak disisi Alloh adalah orang yang bermuka dua. Bila ia mendatangi kelompok ini ia menampakan wajah begini, dan bila ia mendatangi kelompok yang lain lagi ia juga menampakkan wajah yang lain” (HR. al-Bukhari)

  1. Pemilik Dua Lidah Api Saat Dibangkitkan

Beliau juga bersabda:

“Barang siapa memiliki dua lisan di dunia, maka Alloh akan menjadikan baginya dua lidah api pada hari kiamat” (HR. al-Bukhari)

Mensikapi An Namam

Al Ghazali menyebutkan:

“Setiap orang yang menerima pengaduan dari seseorang berupa ucapan: sesungguhnya si fulan telah mengucapkan begini-begini tentang dirimu

(atau mengungkap keburukan orang lain) hendaknya dia:

  1. Jangan langsung percaya. Karena orang yang mengadukan kejelekan orang lain adalah orang fasik. Sehingga semestinya melakukan tabayun sebagaimana firmanNya:

    “Hai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya sehingga kamu akan menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat (49) : 6)

  2. Jangan Condong kepadanya. Kebanyakan orang senang bila ada yang menghasutnya. Merasa ada orang yang berpihak dan membelanya. Merasa berhutang karena telah dicarikan kabar yang bermanfaat bagi dirinya.
  3. Menasehati tukang hasut tersebut, bahwa apa yang dikabarkan termasuk dosa (menggunjing, mengungkap aib orang lain, bermuka dua). Bahwa apa yang dikabarkannya menjadi rusaknya ukhuwah. Bagaimana bila engkau yang diperlakukan seperti (objek hasut) tersebut
  4. Jangan su’udzon dengan orang yang diadukan, karena Alloh berfirman:

    ‘Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa’ (QS. Al Hujurat : 12)

  5. Jangan menjadikan berita yang dibawa sebagai bahan gunjingan & mencari pembenaran. Karena hal ini pun terlarang, sebagaimana firmanNya:

    Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya... (QS. Al Hujurat : 12)

  6. Tidak membalas namimah dengan namimah. Karena bila demikian, kitapun an namam juga.

Nasihat Salaf Seputar Namimah

Hasan Al Bashri

“Barang siapa membawa pembicaraan kepadamu, maka ketahuilah bahwa orang itu juga menceritakan perihal dirimu kepada orang lain”

Yahya bin Abi Katsir

“Tukang mengadu domba dan tukang bohong dalam waktu sesaat itu bisa merusak masyarakat yang jika dilakukan tukang sihir memerlukan waktu setahun”.

Demikianlah keburukan an namam, ‘Sang Perusak Ukhuwah’, semoga kita dijauhkan dari sifat yang demikian. Wallohua’lam.

 

Ustadz Junianto, S.E

Pimpinan Balai Dakwah Banjarnegara dan Redaksi Majalah Al Qomar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close